Home > News Flash > Pembuatan Kompos Sistem Keranjang Takakura

Pembuatan Kompos Sistem Keranjang Takakura

Diposting oleh: Iin Gantihar

Sumbawa Besar – psbq SMAN 1 Sumbawa Besar

Gerakan pengelolaan lingkungan Go-Green yang dilakukan BPLH Kabupaten Sumbawa dan SMA Negeri 1 Sumbawa. Menurut Wakasek Kurikulum Bapak Eko Meiyono, S.Pd. M.Pd. kegiatan tersebut merupakan integrasi Pendidikan Berbasis Keunggulan Lokal (PBKL) kurikulum SMA Negeri 1 Sumbawa Besar. Kegiatan tersebut selain menanamkan sikap cinta terhadap lingkungan juga memanfaatkan sampah organik yang ada di lingkungan sekolah. Melalui kegiatan ini diharapkan siswa-siswi SMA Negeri 1 Sumbawa dapat mengaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.
Tahun 2008, BPLH Pemerintah Kabupaten Sumbawa menjalin kerjasama dengan SMA Negeri 1 Sumbawa Besar dengan memberikan 1 unit mesin penghancur sampah organik dan 5 buah keranjang Takakura. Menurut penjelasan Kepala Laboratorium IPA SMA Negeri 1 Sumbawa Besar Bapak Iin Gantihar, S.Pd. optimalisasi teknik-teknik pengelolaan sampah dan metode-metode pengelolaan sampah memanfaatkan segenap potensi yang tersedia.

Dengan program kemitraan tesebut, SMAN 1 Sumbawa Besar akan punya banyak alternatif metode untuk menangani sampah. Teknologi tersebut diharapkan bisa diterapkan siapa pun dengan bahan baku yang mudah dan murah. Yang lebih mendasar adalah, teknologi ini diharapkan mampu memberi inspirasi tentang keterjagaan diri untuk senantiasa memberikan yang terbaik bagi lingkungan sekitar. Bukankah teknologi haruslah dimaknai lebih dari sekadar sebagai alat bantu, namun sarana kita untuk menempuh tujuan maknawi? Keranjang Takakura adalah citra semangat dan kerja keras terhadap pengelolaan sampah.

Sejarah
Kenapa unit komposter ini dinamakan Takakura? Pakar Kompos Koji Takakura sangat berjasa atas penemuan teknologi ini. Sangat pantas bila Takakura dijadikan nama bagi keranjang pengomposan itu. Takakura – juga Tetsuya Ishida dari KITA — pernah mengada bersama bahu-membahu bersama demi perbaikan lingkungan hidup. Keranjang ini dirakit dari bahan-bahan sederhana di sekitar kita yang mampu mempercepat proses pembuatan kompos.
Dan disebut ’Takakura Home Method’ yang di lingkungan masyarakat lebih dikenal dengan nama ‘Keranjang Takakura.’

Satu keranjang standar dengan starter 8 kg dipakai oleh keluarga dengan jumlah total anggota keluarga sebanyak 7 orang. Sampah rumah tangga yang diolah di keranjang ini maksimal 1,5 kg per hari.

Jenis-jenis sampah yang diolah:
Sisa sayuran, sisa nasi, sisa ikan, ayam, kulit telur dll, sampah buah dan daun-daunan yang lunak.

Cara pembuatan kompos dengan keranjang Takakura
Persiapkan wadah atau keranjang berukuran 40 liter atau yang sekiranya cukup untuk menampung sampah. Pilihlah keranjang yang berlubang-lubang kecil untuk sirkulasi udara. (lihat gambar) Tempatkan keranjang pada tempat yang teduh, tidak kena hujan dan sinar matahari langsung serta memiliki sirkulasi udara yang bagus. Letakkan penyangga (batu bata atau bisa yang lain) pada bagian bawah keranjang agar aliran udara bisa masuk.

Masukkan sekam kedalam suatu wadah dan tempatkan pada bagian bawah keranjang. Bantalan sekam berfungsi menyerap air, mengurangi bau dan mengontrol udara agar mikroba berkembang dengan baik.

Cari kardus bekas yang muat masuk kedalam keranjang untuk menampung bahan-bahan yang akan dikomposkan. Letakkan kardus di atas bantalan sekam. Isi wadah dengan starter atau kompos kurang lebih setebal 5 cm. Kompos berfungsi sebagai starter proses pengomposan karena di dalamnya terkandung mikroba-mikroba pengurai. Masukkan bahan yang akan dikomposkan. Bahan-bahan yang akan dikomposkan sebelum dimasukkan ke keranjang harus dipotong kecil-kecil ukuran 2 cm x 2 cm. Semakin kecil ukuran akan semakin cepat terurai. Jika terlalu basah, tambahkan sekam atau serbuk kayu gergajian.

Aduk-aduklah setiap selesai memasukkan bahan-bahan yang akan dikomposkan. Bila perlu tambahkan selapis kompos yang sudah jadi. Agar kompos beraroma jeruk, anda bisa menambahkan kulit jeruk ke dalam keranjang. Untuk memastikan proses pengomposan berjalan, letakkan tangan kita 2 cm dari kompos. Bila terasa hangat, dapat dipastikan proses pengomposan bekerja dengan baik. Jika tidak, percikkan sedikit air untuk memicu mikroorganisme bekerja. Bisa jadi kompos terlalu kering sehingga memerlukan air.

Lakukan kegiatan tersebut berulang-ulang selama 40 – 60 hari. Bahan yang telah menjadi kompos akan berwarna hitam, tidak berbau dan tidak becek.

Catatan:
Letakkan Keranjang Takakura di tempat yang terhindar dari sinar matahari langsung. Bila kompos kering, perciki air bersih sambil diaduk merata. Suhu ideal adalah 60 derajat celsius.

Cara Pemanenan
Bila kompos di dalam Keranjang Takakura telah penuh, ambil 1/3-nya dan kita matangkan selama seminggu di tempat yang tidak terkena sinar matahari secara langsung. Sisanya yang 2/3 bisa kita gunakan kembali sebagai starter untuk pengolahan berikutnya.

About these ads
  1. syafrida
    September 5, 2012 at 1:33 am

    apa sampah organik baru boleh langsung ditaruh di atas sampah yg lama-yang sudah mulai diproses jadi kompos?

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: