Home > Diary > Seminggu di Tanah Sumatra Utara

Seminggu di Tanah Sumatra Utara

November 18, 2010 Leave a comment Go to comments

Diposting oleh: Ratna Permatasari (Alumni OSN IX di Medan Bidang Studi Kebumian)

Sumbawa Besar –  psbq SMAN 1 Sumbawa Besar

Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT karena atas limpahan rahmatnya kami berlima: saya, FITRIANTI, FEBRYAN AMIR TARISA, MUHAMMMAD IRSYAD dan AMANDA PRATAMA PUTRA di beri kesempatan untuk dapat mengikuti Olimpiade Sains Nasional IX tahun 2010 di kota MEDAN. Kegiatan ini dilaksanakan dari tanggal 1-7 Agustus 2010. Kami berangkat bersama-sama kontingen NTB lainnya, setelah semalaman sempat nginap di hotel Arum Jaya. Minggu pagi kami berangkat ke bandara Salaparang dengan taksi, rasa tak sabar sempat menghampiri karena kita harus menunggu di bandara. Tapi rasa itu pudar ketika canda dan tawa hadir di tengah kebersamaan kami. Sekitar jam 07.00 kami sudah di atas pesawat menuju ke kota Medan. Tampang senang plus bahagia tak dapat di sembunyikan, terlebih karena saya pun baru pertama kalinya naik pesawat, ini merupakan hal yang paling berkesan dalam hidup saya. Kami sangat menikmati penerbangan, beberapa saat kemudian celoteh dari mulut kami mulai meredup, rupanya rasa kantuk tak tertahankan lagi, kami pun terlelap tidur. Hingga tak terasa, beberapa saat kemudian setelah kita bangun , gambar udara Jakarta dari atas pesawat sudah terlihat. Terbangun dari alam bawah sadar dan di sambut oleh kota Jakarta membuat semua rasa pegal selama perjalanan seketika hilang. Setibanya di bandara SOEKARNO-HATTA kami beristirahat sejenak karena pesawat yang kami tumpangi tidak bisa langsung ke medan jadi kami harus transit di Jakarta terlebih dahulu. Kami jalan bersama-sama menuju ke bagian dalam bandara, semua barang yang kami bawa termasuk Handphone wajib periksa ketika masuk ke bagian dalam, setelah mengurus tiket untuk ke Medan oleh  bapak pendamping, kami harus menunggu pesawat selanjutnya mungkin sekitar setengah jam. Mengisi waktu senggang sambil menunggu, kami mekan-makan sembari mendengar musik. Ketika nomor penerbangan kami di umumkan kami segera bersiap untuk melanjutkan terbang ke kota Medan dengan pesawat Lion Air. Seperti biasa di atas pesawat kami bercanda dan setelah itu tertidur pulas karena perjalanan lumayan jauh, dengan perbedaan waktu yang cukup signifikan. Penerbangan yang kami jalani memakan waktu kurang lebih dua jam untuk sampai di kota Medan, setibanya di Bandara Polonia atmosfer persaingan sudah mulai tercium. Ketika turun dari pesawat kami menyaksikan betapa banyaknya peserta Olimpiade dari berbagai daerah, kami semua masuk ke bagian dalam bandara, seperti tak ada orang lain semua ruangan full dengan peserta olimpiade baik dari tingkat SD-SMP-SLB-SMA seluruhnya .

Selanjutnya kami menunggu jemputan hotel kami masing-masing. Ketika keluar dari pintu bandara kami di sambut bak seorang artis, kamera foto di mana-mana, wajah kami yang kusut dan rasa capek serasa terganti dengan sambutan yang luar biasa itu.

Rombongan dari NTB pun naik ke satu bis kemudian di antar ke hotel masing-masing. Dan hotel terdekat adalah INNA DHARMA DELI tempat penginapan anak khusus kebumian. Empat perwakilan kebumian dari NTB yakni saya, ulva, novi dan dina. Kami segera masuk lobi hotel sesuai tuntunan kakak pendamping, kemudian kami mengurus segala administrasi yang telah di syaratkan untuk di bawa saat check in peserta. Saat itu kita juga di bagikan ransel serta atribut lain yang wajib kami gunakan selama kami berada di Medan. Selanjutnya kami mengambil kunci kamar masing-masing,bersamaan dengan chek in itu kami pun sempat di wawancarai oleh wartawan yang datang. Peserta dari NTB tak ada yang sekamar, semua di acak supaya rasa persaudaraan semakin erat, saya sediri sekamar dengan siswa provinsi Maluku namanya LUNI SERUNI T yang berbeda keyakinan dengan saya. Hari minggu itu khusus check in belum ada kegiatan apa-apa. Rasa lelah tak dapat kami pungkiri, kami berdua beristirahat di kamar 116 dengan fasilitas hotel berbintang yag tak pernah kami raaskan sebelumnya. Saya sendiri sangat bangga karena telah dapat menginjakkan kaki di kota Medan.

Senin, 2 Agustus merupakan hari kedua, jadwal hari itu adalah menghadiri acara pembukaan di lapangan merdeka. Kebetulan letak hotel kami strategis dekat dengan tempat tersebut, sehingga kita tinggal menyebrang jalan saja. Kami semua mengenakan seragam yang sama dan harus menggunakan tanda pengenal. Suasana jalan saat itu macet karena seluruh peserta olimpiade dari berbagai tingkat menuju ke lapangan merdeka. Kami pun tiba di depan gerbang, mungkin hampir seluruh tempat itu tertutup dengan berbagai atribut olimpiade, baik dari spanduk, papan sambutan ucapan selamat, baliho dan lain sebagainya. Sementara ruangan upacara pembukaan di sterilisasi, kamipun mengambil kesempatan untuk melihat berbagai stand yang ada dalam rangka meramaikan acara OSN. Acara pembukaan di mulai dan kami di persilahkan masuk ruangan, serasa berada di gedung megah itulah kesan pertama saat masuk ruangan. Dapat kita bayangkan lebih dari seribu orang berada dalam satu ruangan, kami duduk di tempat yang telah di tentukan, sembari menunggu tamu undangan yang lain kami di berikan berbagai majalah berkaitan dengan ajang bergengsi tersebut, di ruangan inilah saya merasa sangat bangga sekali menjadi salah satu pelajar Indonesia. Sambutan dari berbagai pihak membuka acara itu dan tibalah pembukaan resmi oleh bapak menteri pendidikan nasional yang di wakili oleh wakilnya Bapak Faisal Jalal. Dalam sambutannnya beliau mengatakan, “ kehadiran ribuan ilmuan muda dari berbagai penjuru tanah air dalam OSN tak lepas dari kerja keras berbagai pihak ”. Acara itu semakin meriah dengan adanya tari etnis dari provinsi Sumatra Utara, termasuk tari zaman kita saksikan dan berbagai hiburan lainnya juga. Rasa bangga menjadi warga Negara Indonesia sangat terasa saat kami semua menyanyikan lagu Kebangsaan kita secara serentak, Mars Olimpiade pun tak lupa kami nyanyikan. Setelah acara Olimpiade Sains Nasional IX resmi di buka, kami pun secara teratur keluar ruangan kembali ke hotel lagi. Seluruh peserta telah naik ke bus namun, tak demikian dengan anak-anak kebumian,  kami makan siang di halaman lapangan merdeka baru setelah itu kami kembali ke hotel. Sesampainya di hotel kami masuk ruangan Teckhnical meeting untuk mendapat sedikit pengarahan tentang kegiatan esok harinya. Baru setelah itu kembali ke kamar istirahat dan sampai malam kita belajar mandiri karena hari berikutnya tes teori. Tepat hari Selasa, pagi-pagi kami telah bersiap diri baik dari mandi, sholat serta sarapan pagi. Jam 7 kami sudah di absen dan naik ke bus satu per satu menuju SMAN 2 Medan untuk tes teori dan peraga. Dalam perjalanan agar tidak jenuh, kakak LO kami memperlihatkan sosok indah dari kota Medan. Setibanya di tempat lomba, kami pun menjalani tes teori dengan tenang namun tak dapat saya pungkiri soal yang kami jawab lumayan sulit untuk ukuran saya yang baru bergelut dengan materi anak kuliahan. Setelah waktu habis kami mengumpulkan lembar jawaban dan keluar dengan tampang asam karena soal yang tak bersahabat. Setelah istirahat sejenak kami melanjutkan dengan tes kedua yakni tes peraga di dalam ruang kelas. Saya akui meski sebelumnya saya tak pernah melihat semua sempel yang ada di depan saya saat tes, namun saya yakin telah menjawab dengan benar soal tes kedua itu. Setelah kedua tes selesai, kami pun kembali ke hotel dan sebelum masuk ke kamar kami tetap mendapat pengarahan untuk kegiatan esoknya. Barulah setelah itu kita kembali istirahat di kamar setelah seharian menguras kerja otak. Hari rabu, jadwal seperti biasa. Hari itu kita pergi praktek lapangan sesuai rombongan yang telah di tentukan. Rombongan pertama menju ke Lau Sidebuk-debuk Sibayak dan rombongan ke dua menuju ke Stasiun Meteorologi Sempali Medan. Kebetulan saat itu saya masuk ke dalam rombongan ke dua, jadi kita ke BMKG Sempali terlebih dahulu, perjalanan memakan waktu hampir 1 jam karena lumayan jauh dari pusat kota. Sesampai di sana kami di perjelas apa yang harus kami lakukan, saat itu tim juri terutama dari dosen UGM dan ITB. Kegiatan tersebut serentak di laksanakan dengan waktu yang telah di tentukan, kita semua rolling dari satu tempat ke tempat lainnya. Misal pertama kita mengamati data penyinaran matahari dari kertas di bawah Champbell-stokes, ke dua kita harus mencatat data yang ada pada termometer bola basah dan bola kering, selanjutnya melihat suhu termometer tanah. Apabila pengambilan data selesai maka kita harus menjawab soal yang di berikan dan jawabannya itu tergantung dari pengamatan yang kita lakukan. Setelah itu kami di beri kesempatan oleh pihak BMKG untuk mengenal alat-alat yang ada di tempat tersebut. Tak lupa pula moment yang sangat berharga itu kita abadikan dengan foto bersama dosen ITB dan UGM. Rasanya kami seperti mnjadi anak kuliah dadakan yang sedang mengerjakan praktek lapangan. Sekitar jam 11 kami menuju ke lokasi selanjutnya yakni ke Lau Sidebuk-debuk Sibayak, sedangkan rombongan pertama tadi menuju ke BMKG. Lelah, pusing, capek itulah yang kami rasakan selama perjalanan, bahkan saya sempat tidur di atas bus karena kecapean, hingga tak saya sadari jalan menuju kaki gununng Sibayak berkelok-kelok. Sekitar 2 jam di jalan kami sampai juga di tempat tersebut. Hawa panas dan dingin menusuk tubuh kami saat turun dari bus, bau sulfurpun tak terelakkan, gunung api Sibayak masih aktif. Kami melihat sendiri langsung saat tes observasi, kami harus menjawab beberapa soal di tempat tersebut, selanjutanya adalah singkapan batuan yang harus kami amati sekitar gunung, demikian juga kita tetap harus menjawab soal yang di berikan. Rasanya seperti mimpi, tak dapat dipercaya bahwa saat itu kita semua benar-benar berada di kaki gunung Sibayak, di sana merupakan tempat wisata permandian air panas yang memanfaatkan panas dari gunung tersebut. Pemandangannya pun sangat luar biasa keren, pengalaman ini sangat mengesankan. Perjalanan pulang suasana redup karena banyak yang tertidur lelap, sekitar jam 5 sore kami tiba di hotel. Kami semua langsung menyerbu ke pihak petugas hotel untuk minta kunci kamar. Seperti orang balapan, siapa cepat dia dapat. Itulah hal-hal yang unik dan sebelumnya tak pernah kami rasakan. Hanya satu yang terpikirkan sesampai di hotel, tertidur pulasss. Acara malam merupakan acara bebas, kami berkunjung dari satu kamar ke kamar lain untuk saling mengenal lebih dekat, bahkan saya meminta mereka untuk menulis biodata di buku yang saya sediakan, hanya sebagai kenang-kenangan. Ajang narsis pun tak terkalahkan, kami foto-foto di setiap sudut ruangan sambil bercanda ria. Rasanya dua hari itu sangat-sangat menguras tenaga dan pikiran dan kami sudah tak mau memikirkan apa yang akan terjadi esok, yang penting kami telah berusaha melakukan yang terbaik. Hari Kamis adalah hari yang kami tunggu-tunggu, hari rekreasi seluruh peserta OSN IX. Untuk tingkat SMA kami rekreasi ke Theme Park Pantai Cermin, selama kegiatan berhari-hari baru saat itu kita dapat bertemu kembali dengan teman sekontingen, karena tempat kami yang terpisah-pisah. Sesampai di tempt rekreasi, kamipun masuk dengan mengenakan gelang di tangan sebagai tanda tiket masuk. Kami menikmati semua suguhan hiburan yang khusus disajikan kepada kami, mulai dari berburu souvenir, mandi, jalan-jalan, foto bareng dan banyak lagi. Itulah salah satu keistimewaan menjadi anak olimpiade, acara makan siang kami sambil di hibur oleh band asal Medan. Setelah puasss, jam 2 kami semua harus kembali ke hotel masing-masing karena sore harinya jam 5 harus menghadiri acara jamuan makan malam bersama Gubernur Sumatra Utara. Setiba di hotel kami siap-siap, setelah mengenakan baju putih oranye kami bersiap ke lapangan merdeka untuk makan malam. Saat acara hiburan, kami semua histeris saat melihat group band asal ibu kota, Radja mnghibur kami dengan lagunya yang penuh semangat. Hingga tak kami sadari, mungki karena terbawa suasana kami sampai naik ke atas kursi sambil teriak mengikuti lirik lagu yang di bawakan oleh Radja, hiburan itu merupakan penutup saat makan malam dan acara selesai kembali ke penginapan.

Hari Jum’at pagi seperti biasa rutinitasnya, saat itu acara bebas tapi karena kami tak punya pendamping provinsi di hotel, kami tak di izinkan kemana-mana. Hanya nonton TV yang dapat kami lakukan di kamar, sambil membayangkan hasil pengumuman yang akan segera di umumkan. Setelah sholat jum’at kami bersiap ke lapangan merdeka lagi untuk menghadiri acara penutupan sekaligus pengumuman para juara. Kami semua berkumpul terlebih dahulu, sebelum masuk ke ruang acara penutupan. Tak lama kemudian kami di persilahkan masuk ruangan, semarak Olimpiade masih sangt kental kami rasakan. Pada saat itu MC menyuruh kita semua berdiri untuk menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Olimpiade bersama-sama. Di lanjutkan dengan Flash back acara OSN IX yang di tampilkan di monitor dan yang membuat kita berbangga hati, khususnya anak kebumian adalah gambar pertama yang muncul adalah foto bersama saat observasi di kaki gunung Sibayak bersama dosen universitas ternama, gambar selanjutnya bidang lomba lain. Setelah acara itu sambutan oleh berbagai pihak mengenai proses berlangsungnya olimpide di Medan, di lanjutkan acara hiburan oleh penari-penari kota Medan. Mereka menampilkan tarian khas dari provinsi Sumatra Utara.

Dari kiri ke kanan: Ratna Permatasari, Febryan Amir Tarisa, Muhammad Irsyad dan Amanda Pratama, Fitrianti

Dan tibalah acara yang dinanti yakni acara puncak pengumuman para juara. Kami anak SMA harus bersabar sedikit, karena pengumuman itu di urutkan dari jenjang pendidikan paling rendah, SD-SMP-SLB-SMA. Setelah kami menanti nanti perwakilan juara dari NTB tak muncul-muncul, kandaslah sebuah harapan untuk dapat membawa pulang sebuah medali ke tanah Sumbawa. Ternyata Allah SWT belum mempercayakan kami untuk dapat membawa pulang sebuah medali dari tanah Danau Toba itu. Tapi kami tak menyesal sedikitpun, justru kami menanggapinya dengan sebuah senyuman khas, kami sendiri bangga karena telah dapat ikut berpartisipasi dalam ajang bergengsi ini, karena tak semua siswa seberuntung kami. Hanya saja mungkin belum saatnya kami bisa mempersembahkan sebuah medali untuk Sumbawa. Kami sangat  berterimakasih kepada Pemda Sumbawa yang sangat mendukung dan peduli dengan potensi siswanya, berkat usaha semua pihak setidaknya kita telah dapat melangkah selangkah lebih maju dari hari kemarin. Bagi teman-teman yang ingin ikut berkompetisi, persiapan diri lebih dini sangat diperlukan, motivasi dan sugesti diri yang kuat sangat membantu. Dan yang paling penting adalah tingkat keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah SWT, karena apapun yang telah kita usahakan semua akan kembali kepada-Nya. Dan janganlah kita berkecil hati saat melihat orang lain lebih dari kita. Kepintaran seseorang tidak dia bawa sejak dari lahir, semua itu memerlukan proses. Orang pandai saja bisa di kalahkan oleh orang yang tekun dan orang tekun pun bisa jadi tak seberuntung orang-orang yang beruntung. Semangat untuk tahun 2011. Manado terpercaya menjadi tuan rumah OSN X.

Horrraaassssss………….. Wassalamualaikum wr..wb..

  1. November 19, 2010 at 6:58 am

    aa… sugoi ne…
    jadi bangga pernah mengenal beberapa diantara kalian…
    hai,, harus tetap semangat!!
    minna gambarimashou!!😀

  2. April 6, 2011 at 12:16 am

    WOW blog sekolah saya keren juga ya

  3. November 9, 2011 at 10:35 pm

    SMA yg penuh kenangan🙂

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: